Bantaeng Dapat Jatah Gudang Jagung Nasional, Bupati Uji Nurdin Komitmen Stabilkan Harga Petani

by -934 Views

Kabar Bantaeng Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digelorakan pemerintah pusat hingga ke daerah. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, yang mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kwartal II Tahun 2025, sebuah agenda nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi virtual, Kamis, 5 Juni 2025.

Kegiatan panen raya yang merupakan bagian dari program besar swasembada pangan nasional ini dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dari lokasi utama tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan mengenai pentingnya peningkatan produktivitas jagung nasional, perbaikan sistem distribusi, dan modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan) untuk mendukung petani di berbagai daerah.

Modernisasi Pertanian di Bantaeng

Di Kabupaten Bantaeng, rangkaian kegiatan nasional itu dirangkaikan dengan pembangunan infrastruktur penunjang ketahanan pangan. Pemerintah daerah bersama jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengadakan Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri T.655, yang memiliki kapasitas penyimpanan 1.000 ton jagung.

Gudang yang dibangun di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke tersebut diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang dapat mengintegrasikan hasil produksi petani Bantaeng dengan kebutuhan pasar regional maupun nasional. Dengan keberadaan gudang berkapasitas besar, pemerintah berharap rantai pasok jagung menjadi lebih stabil, terutama dalam hal menjaga kualitas, harga, dan ketersediaan stok sepanjang tahun.

Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas ini dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan, Brigjen Pol Nasri, yang menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan menjamin keamanan distribusi pangan.

Simbol Komitmen Ketahanan Pangan

Sementara itu, panen raya jagung di lokasi utama nasional di Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, digelar menggunakan Alsintan corn harvester, sebuah mesin pemanen jagung modern yang memungkinkan proses panen berjalan lebih cepat, efisien, dan meminimalkan kehilangan hasil panen. Teknologi tersebut menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mendorong mekanisasi pertanian untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem, kebutuhan pangan yang terus meningkat, serta naik turunnya harga komoditas di pasaran.

Bupati Bantaeng Fathul Fauzy Nurdin menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Bantaeng dalam kegiatan nasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas jagung sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ia menyampaikan bahwa modernisasi pertanian di Bantaeng harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas petani, perbaikan infrastruktur, dan penyediaan fasilitas penyimpanan yang memadai.

Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kepolisian

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng yang akrab disapa Uji Nurdin juga mengajak seluruh jajaran Forkopimda untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menilai bahwa keterlibatan kepolisian dalam menyediakan fasilitas seperti gudang jagung merupakan langkah inovatif yang dapat memperkuat kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga jagung, potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem, hingga ancaman gangguan keamanan pangan.

Harapan untuk Swasembada Pangan 2025

Pemerintah berharap bahwa rangkaian kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kwartal II ini dapat menjadi momentum mempercepat tercapainya swasembada jagung pada tahun 2025. Dengan produksi nasional yang meningkat dan sistem penyimpanan yang lebih modern, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Di Bantaeng sendiri, pembangunan gudang serta pemanfaatan Alsintan ditargetkan bisa efektif menopang produksi petani menjelang musim tanam berikutnya. Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan pendampingan teknologi, pelatihan petani, dan dukungan infrastruktur yang memadai, kontribusi Bantaeng terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin signifikan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.