Pemkab Bantaeng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir hingga 19 Juli

by -1260 Views

4 kecamatan terendam banjir di Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Kabar Bantaeng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari sebagai langkah percepatan dalam penanganan bencana alam yang melanda beberapa wilayah di daerah tersebut. Penetapan status ini dilakukan setelah banjir yang terjadi sejak awal Juli menimbulkan dampak signifikan terhadap permukiman warga, fasilitas umum, hingga akses transportasi.

Keputusan tersebut diambil langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, atau yang akrab disapa Uji Nurdin, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda, BPBD, Dinas Sosial, serta unsur TNI-Polri, di Kantor Bupati Bantaeng pada Sabtu (5/7/2025). Dalam keputusan tersebut, Pemkab menetapkan bahwa masa tanggap darurat berlangsung mulai 5 hingga 19 Juli 2025.

Menurut Uji Nurdin, penetapan status tanggap darurat ini menjadi langkah strategis agar pemerintah dapat bergerak cepat dalam mengatasi dampak bencana. Dengan status ini, proses evakuasi, distribusi bantuan, penanganan kesehatan, serta pemulihan sarana prasarana dapat dilakukan tanpa hambatan administratif.

“Penetapan status tanggap darurat bencana ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Pemerintah daerah berkewajiban memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, mulai dari logistik, air bersih, hingga layanan kesehatan,” ujar Uji Nurdin dalam keterangannya.

Banjir Meluas, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir di Bantaeng dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu selama beberapa hari berturut-turut. Debit air meningkat cepat dan meluap ke wilayah rendah di Kecamatan Bantaeng, Sinoa, dan Pajukukang. Berdasarkan laporan sementara BPBD, ratusan warga telah mengungsi ke posko darurat, sementara sebagian lain memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu surut.

Petugas BPBD bersama TNI-Polri terus melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah, balai warga, dan rumah ibadah telah dialihfungsikan menjadi posko sementara.

Pemkab Gerak Cepat Salurkan Bantuan

Dengan adanya status tanggap darurat, Pemkab Bantaeng kini memiliki kewenangan untuk mengaktifkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mempercepat distribusi bantuan. Bantuan berupa sembako, makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi mulai disalurkan ke lokasi-lokasi yang paling terdampak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng juga mengerahkan tim medis keliling untuk memberikan layanan kepada warga yang mengalami luka-luka, infeksi kulit, serta penyakit akibat cuaca ekstrem. Pemeriksaan kesehatan bagi balita, lansia, dan ibu hamil turut menjadi prioritas.

Evaluasi Infrastruktur dan Antisipasi Banjir Susulan

Selain penanganan warga, Pemkab Bantaeng menurunkan tim teknis untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi infrastruktur, termasuk jembatan, tanggul, dan jalur air. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat arus air yang deras.

Pemkab juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan peringatan BMKG.

“Kami meminta masyarakat tetap mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera melapor bila terjadi peningkatan debit air di lingkungan masing-masing,” tambah Uji Nurdin.

Koordinasi Berlanjut Hingga Kondisi Pulih

Pemkab Bantaeng memastikan bahwa seluruh instansi terkait tetap siaga selama masa tanggap darurat. Hingga kondisi kembali stabil dan warga dapat kembali ke rumahnya masing-masing, proses pemulihan akan terus diutamakan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.