Kabar Bantaeng– Suasana hangat terasa di Desa Rappoa, Kabupaten Bantaeng Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyambut kunjungan penting dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, yang hadir bersama rombongan.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Dirjen Otda datang dengan misi besar: mendukung program ketahanan pangan di Bantaeng, sekaligus menjajaki kerja sama strategis bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN).
Bantaeng, Jejak Kejayaan Pertanian yang Ingin Dihidupkan Kembali
Dalam sambutannya, Akmal Malik menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi Bantaeng. Ia mengingatkan publik akan masa keemasan pertanian di daerah ini, yang pernah mencuat di level nasional berkat tangan dingin mantan Bupati Bantaeng sekaligus Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, yang juga ayahanda dari Bupati saat ini.
“Kita harus akui, Bantaeng pernah terkenal soal kemajuan pertaniannya berkat Prof. Nurdin Abdullah. Maka kami yakin, ke depan Bantaeng bisa kembali menjadi daerah percontohan ketahanan pangan,” tegas Akmal Malik.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan hadirin, seolah meneguhkan keyakinan bahwa sejarah kejayaan pertanian Bantaeng bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan tantangan untuk diwujudkan kembali.
YSPN Siapkan Demplot 100 Hektare
Harapan itu semakin konkret dengan keterlibatan YSPN, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo. Dalam kesempatan itu, Daryatmo menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar urusan pemerintah, tetapi memerlukan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Sebagai bentuk nyata, YSPN merencanakan pengembangan demplot (demonstration plot) seluas 100 hektare di Bantaeng. Lahan percontohan ini akan ditanami bibit unggul dan didesain untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menyesuaikan kebutuhan petani setempat.
“Kami ingin menghadirkan program yang benar-benar memberi manfaat. Bukan hanya meningkatkan hasil panen, tapi juga memastikan kesejahteraan petani meningkat. Dengan bibit unggul dan metode yang tepat, Bantaeng bisa menjadi pusat ketahanan pangan modern,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Menggugat Penutupan Jalan Poros oleh SBIPE KIBA Picu Kemarahan Ibu-Ibu
Sambutan Hangat Bupati Uji Nurdin
Bupati Bantaeng, Uji Nurdin, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai tawaran kerja sama dari Kemendagri dan YSPN sebagai sebuah kehormatan besar.
“Kami merasa sangat terhormat atas perhatian pemerintah pusat dan YSPN. Antusiasme teman-teman kelompok tani juga luar biasa. Ke depan kita akan duduk bersama membahas teknis kerjasamanya dalam rapat khusus,” ungkap Bupati.
Uji Nurdin menegaskan, pemerintah daerah akan membuka ruang selebar-lebarnya bagi pihak yang ingin mendukung kemajuan pertanian di Bantaeng. Baginya, pertanian bukan hanya soal produksi, tapi juga menyangkut harkat hidup para petani dan ketahanan pangan masyarakat luas.
Deretan Pejabat Daerah Hadir Mendampingi
Kunjungan ini semakin terasa istimewa dengan hadirnya sejumlah pejabat penting Kabupaten Bantaeng yang turut mendampingi Bupati. Antara lain Mahyuddin (Asisten I Bidang Pemerintahan Setda), Asruddin (Kepala Bappeda), Jaemuddin (Kasat Pol PP dan Damkar), H. Asri Sahrun (Sekretaris BKPSDM Bantaeng), serta Syamsul Alam (Camat Pa’jukukang).
Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Pemkab Bantaeng dalam menyambut peluang kerja sama yang bisa mengangkat sektor pertanian.




