Sekda Bantaeng Apresiasi Program Non Stop Education Bank Indonesia dalam Penguatan Literasi Keuangan
Kabar Bantaeng– Pemerintah Kabupaten Bantaeng menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi keuangan di kalangan tenaga pendidik. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Program Non Stop Education (NSE) Bank Indonesia 2025 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Wahab, di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan ini dihadiri ratusan guru SD, SMP, dan SMA dari Kabupaten Bantaeng maupun Kabupaten Jeneponto. Mereka mengikuti Training of Trainer (ToT) dengan fokus utama pada penguatan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Pemerintah Daerah Berkomitmen Dukung Literasi Keuangan
Dalam sambutannya, Sekda Bantaeng, H. Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Bank Indonesia yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam menanamkan pemahaman tentang pentingnya mengelola keuangan sejak dini.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pendidikan berkomitmen penuh untuk mendukung program ini. Selain memahami nilai Rupiah secara benar dan bijak, penting bagi guru untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang sistem pembayaran digital yang semakin umum digunakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, bijak, serta siap menghadapi transformasi ekonomi digital.

Baca Juga: Oknum Bhabinkamtibmas Bantaeng Diduga Pengguna Narkoba dan Lakukan Pemerasan
Peran Bank Indonesia dalam Edukasi Publik
Sementara itu, Asisten Direktur Tim Implementasi PUR, Ayub Pelita Hati, dalam pemaparannya menjelaskan tentang peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa keberadaan Rupiah tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara.
Melalui materi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, peserta dibekali pemahaman mengenai:
-
Metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengenali keaslian uang Rupiah.
-
Metode 5J (Jangan Dilipat, Jangan Distapler, Jangan Dicoret, Jangan Dibasahi, Jangan Diremas) untuk merawat fisik Rupiah.
Dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif, para guru diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan di sekolah masing-masing.




