Bupati Bantaeng Turun Langsung Pasang Spider Terumbu Karang: Wujud Nyata Cinta Laut untuk Kehidupan
Kabar Bantaeng– Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama BRAVE Diving Club Bantaeng menggelar sebuah kegiatan yang sarat makna Transplantasi Terumbu Karang. Acara ini berlangsung pada Sabtu (30/8) di pesisir Kampung Bakara, Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, dan menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Kegiatan bertema “Bantaeng Bangkit Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan” ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan aksi nyata. Turut hadir Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, yang secara langsung mengenakan perlengkapan selam dan ikut menurunkan spider—rangka baja berbentuk menyerupai jaring laba-laba yang digunakan sebagai media tumbuh terumbu karang ke dasar laut pada kedalaman 3–5 meter. Bersamanya, tampak pula Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Satria Abdi, perwakilan Forkopimda, serta jajaran OPD terkait.
Spider dan Harapan Baru untuk Laut Bantaeng
Spider yang diturunkan ke dasar laut telah dipersiapkan dengan bibit karang hasil budidaya. Potongan-potongan karang (fragmen) ini diikatkan pada rangka tersebut, sehingga nantinya akan tumbuh dan membentuk koloni baru. Metode transplantasi ini menjadi salah satu solusi efektif untuk merehabilitasi kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan.
“Ini adalah ikhtiar kita semua dalam menjaga laut, bukan hanya untuk hari ini tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Laut adalah sumber kehidupan, dan terumbu karang adalah rumah bagi banyak biota yang menopang kehidupan nelayan kita,” ujar Bupati Fauzy Nurdin setelah penyelaman.
Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Komunitas
Kegiatan transplantasi ini juga dirangkaikan dengan Pengukuhan BRAVE Diving Club Bantaeng, komunitas selam lokal yang berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan laut. Kehadiran klub ini diharapkan menjadi motor penggerak edukasi sekaligus penjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Baca Juga: Program Non Stop Education Bank Indonesia Perkuat Literasi Keuangan di Sulsel
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Cabang Dinas Sulsel, A.M. Suhriawan; Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LPPM Universitas Hasanuddin, Prof. Abdul Rasyid; Kepala BPSPL Makassar, Muhammad Ishak Yusma; Direktur Lembaga Konservasi Laut Indonesia, Nirwan; serta perwakilan Koordinator Jaringan Adopsi Karang Indonesia Wilayah Sulsel, Ikhlas.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, komunitas penyelam, hingga organisasi konservasi ini menunjukkan bahwa menjaga laut tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi semua unsur.
Edukasi Lingkungan dan Kesadaran Kolektif
Selain transplantasi, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut. Terumbu karang bukan hanya keindahan bawah laut, tetapi juga benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, sekaligus lumbung pangan bagi masyarakat nelayan.
“Anak-anak muda perlu tahu bahwa laut bukan tempat pembuangan sampah, tetapi warisan alam yang harus dijaga. Transplantasi terumbu karang adalah bentuk nyata bagaimana kita bisa memperbaiki kerusakan dengan ilmu pengetahuan dan kepedulian,” jelas Prof. Abdul Rasyid.




