Pemkab Bantaeng Prioritaskan Pupuk, Benih, dan Infrastruktur Demi Kemandirian Pangan
Kabar Bantaeng– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian dan infrastruktur sebagai prioritas utama pembangunan tahun ini. Fokus tersebut selaras dengan visi besar daerah yang terangkum dalam slogan “Bantaeng Bangkit, Maju, dan Religius.”
Fokus pada Pupuk dan Benih Berkualitas
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantaeng, Asruddin, menjelaskan bahwa Bupati bersama Wakil Bupati menaruh perhatian serius terhadap penyediaan pupuk dan benih berkualitas bagi petani. Menurutnya, intervensi ini bukan sekadar program rutin, melainkan strategi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian pangan.
“Tahun ini, itu yang digenjot oleh Pak Bupati bersama Pak Wakil Bupati. Harapannya, petani kita bisa lebih sejahtera, dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk maupun benih unggul,” ujar Asruddin.
Langkah tersebut dipandang penting, mengingat sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Butta Toa, julukan Kabupaten Bantaeng. Dengan ketersediaan sarana produksi yang memadai, Pemkab optimistis hasil panen bisa meningkat dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Infrastruktur Jalan sebagai Penopang Ekonomi
Selain pertanian, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian serius. Pemkab Bantaeng menyadari bahwa kualitas infrastruktur sangat berpengaruh terhadap distribusi hasil pertanian dan konektivitas antarwilayah. Jalan yang baik akan mempercepat akses petani membawa hasil panen ke pasar, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya soal beton dan aspal, tapi juga soal membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Asruddin.
Menjaga Stabilitas Harga dan Lingkungan

Baca Juga: Warga Bonto Salluang Geruduk DPRD Bantaeng, Pertanyakan Kenaikan PBB hingga 80 Persen
Tidak hanya soal produksi, Pemkab Bantaeng juga menggarisbawahi pentingnya menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau. Keamanan lingkungan pun tak luput dari perhatian, termasuk langkah-langkah pencegahan banjir yang kerap menjadi ancaman di musim penghujan.
Dengan pendekatan komprehensif tersebut, Bantaeng tidak hanya berupaya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga melindungi masyarakat dari potensi risiko yang dapat mengguncang ketahanan pangan.
Mengawal Program Nasional
Selain program prioritas daerah, Pemkab Bantaeng juga berkomitmen mengawal program-program nasional yang masuk ke wilayahnya. Beberapa di antaranya yakni:
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk mendukung tumbuh kembang anak dan generasi muda.
-
Koperasi Merah Putih, sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
-
Pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting, agar kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.
-
Program sejuta rumah, untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat.
Bantaeng Menuju Kemandirian Pangan
Dengan serangkaian langkah tersebut, Pemkab Bantaeng berharap mampu menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat. Pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal didorong menjadi lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.
“Tujuan akhirnya adalah swasembada pangan, sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat. Kalau petani kita sejahtera, maka ekonomi Bantaeng akan tumbuh lebih kuat,” tutup Asruddin.




